Puisi Sang mawar tak lagi merah & Penggalan episode yang tertunda

Puisi Sang mawar tak lagi merah & Penggalan episode yang tertunda

SANG MAWAR TAK LAGI MERAH

Musim kemarau masih setia menyapa

Menyajikan panas sebagai selimut siang

Musim penghujan pun tak kunjung datang

Masih bertapa, berpuasa menjatuhkan rintikan

Mendiamkan bermacam jeritan akar disetiap batang

Tak hanya itu,

Sang mawar pun kini telah ikut terbang bersama kemarau panjang

Meninggalkan tanah, mengikuti angin harap, bernuansa kesempurnaan

Tak ada lagi kehidupan merah, tak ada lagi warna bersama

Cerita, impian, harapan juga rasa

Semua telah hilang oleh keikhlasan

Tapi,

Aku bukanlah seperti daun dimusim kemarau

Kering, berguguran, berterbangan, berserakan, bahkan terbakar menjadi abu

Aku tetap hidup layaknya tak pernah tahu bahwa merah adalah cinta

Bahwa bersama adalah impian suatu rasa ketulusan

Aku tetaplah sabar sebagaimana pelangi yang setia menunggu hujan untuk berwarna

Aku tetaplah kuat, berdiri tegak dengan tangan mengepal tanpa tetesan air mata

Dan senyum pun tak mau kalah tetap bersarang dalam jiwa

Dan,

Aku bangga padamu

Wahai segumpal daging yang tertanam

Engkau begitu bijak menyimpan tanya, menanti jawab

Meski engkau harus terhempas oleh angin topan pernyataan

Engkau begitu kuat mengikhlaskan rasa hilangnya angan

Kinipun masih sama

Engkau bagaikan pejuang yang siap menumpahkan darah

Demi secercah merah berikutnya

Yang turun sebagai anugrah

Bersama rintikan dimusim hujan yang indah

Puisi Sang mawar tak lagi merah & Penggalan episode yang tertunda

PENGGALAN EPISODE YANG TERTUNDA

Masih samar

Penggalan episode yang sempat membatu

Kini mencair menyisir pantai

Tuk mencari ombak pelebur karang

Namun sekali lagi masih sama

Banyak sekali ombak yang menghantam

Hingga penggalan episode itu pun masih tercengang

Dengan keberadaan pelebur karang.

Dalam diamnya penggalan itu pun menerka

Kelanjutan kisah

Mengingat sebaik kesedihan yang terhapus

Melupakan seburuk kebahagiaan yang masih terimpikan.

Ombak ini, ataukah ombak itu?

Pelebur kerasnya batu karang yang menyadarkan

Betapa penting penggalan episode

Betapa indah dan bahagia penggalan berikutnya

Hingga sang titik datang untuk memberhentikan kehidupan

Berganti kisah kekal tanpa titik berikutnya.

Oleh: Pecandu Senja

Seberapa suka anda dengan artikel ini?
Sending
User Review
0 (0 votes)
Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya
Navigate