Buku/Novel OriginalNyari buku yang oke? Beli aja di OkeBuku

Download novel terjemahan Kimya Sang Putri Rumi karya Muriel Maufroy

Download novel terjemahan Kimya Sang Putri Rumi karya Muriel Maufroy

Pada hari pertama Achmed memasuki madrasah tempat Rumi menyamaikan ceramahnya, ia mendengarkan rangkaian kata yang membuatnya menangis haru, “Dia Pencipta dan Pemilik semesta, kepadaNya segala sesuatu berpulang.” “Cinta kepada Sang Pencipta bersemayam di hati seluruh umat manusia, baik pada kaum Majusi, Yahudi, maupun Kristen.” Kemudian, “Siapa yang takut kepada Allah, meskipun dia dianggap orang kafir, sebenarnya dia adalah seorang agamis, bukannya tidak beragama sama sekali.” Rasanya, tidak hanya Achmed dan para jamaah di madrasah itu yang merasakan kesejukan pada angin persahabatan yang ditiupkan oleh cermah Rumi, saya sebagai pembacanya pun merasakan “damai di bumi, damai di hati”. Sudah sepatutnya, kita tidak menuding orang tidak shaleh atau tidak beragama hanya karena ia tidak sama cara beragamanya dengan yang kita jalani.

Ceramah Rumi ini membukakan mata hati Achmed pada segala ilmu yang telah ia peroleh. Ia bertekad untuk menemukan kehakikian hidup dengan meninggalkan Konya, kotanya. Makna dari kata-kata dalam ceramah Rumi meresap dalam hati dan pikirannya. Pengelanaannya ini membawanya tiba ke kota tempat Kimya dan keluarganya tinggal. Sebuah pertemuan di hutan menjadi awal pertemanan Achmed dengan Kimya dan keluarganya. Achmed tinggal di sebuah gubuk yang ia dirikan di hutan, dan secara rutin ia menerima kiriman makanan dari keluarga Kimya. Sejak awal perkenalan, Achmed sudah menangkap keistimewaan Kimya. Tidak lama, Achmed sebagai orang asing di desa itu menjadi bahan pergunjingan warga, dari yang bersikap simpati hingga berpandangan negatif. Hmmm … hal seperti ini terjadi di manapun …

Hingga suatu saat pergunjingan warga beralih pada kehadiran Pater Chrisostom yang telah tiga bulan tidak mengunjungi desa itu. Sebenarnya, tidak hanya Achmed, Pater inipun bahkan sudah sejak lama menaruh perhatian pada diri Kimya, hingga ia menyarankan ayah Kimya untuk mengirimkan Kimya untuk sekolah di Konya. Ide ini menciptakan ketidaktentraman dalam keluarga Kimya, terutama ayahnya yang sanagt menyayangi putri bungsunya ini.Suatu hari, Kimya berbincang-bincang dengan Achmed saat ia dan Aishel, kakaknya mengantarkan makanan untuk Achmed di hutan. Dalam percakapannya ini, Kimya mencetuskan kalimat yang sebenarnya tidak disadarinya, namun mengejutkan Achmed, “Dan, kepadaNya segala sesuatu kembali” [hlm 134]. Beberapa kalimat yang diutarakan Kimya, mengingatkan Achmed pada kata-kata Maulana. Hal ini makin membuat Achmed penasaran dan takjub pada Kimya. Terlebih saat Kimya bercerita bahwa ia didatangi oleh orang yang gambarannya sama dengan sang Maulana.

Akhirnya, takdir menentukan Kimya tiba ke Konya. Gadis kecil ini datang diantar ayahnya. Di saat kebimbangan menerpa ayahnya, tiba-tiba di hadapannya muncul sang Maulana, yang kemudian menawarkan agar Kimya tinggal bersama keluarganya. Sejak saat itu Kimya berada dalam naungan cinta keluarga Rumi. Hingga dinikahkannya Kimya dengan sahabat Rumi, Syams. Dari Rumi dan Syams inilah, jiwa Kimya bertualang dalam menemukan hakiki cinta kepada Sang Khalik. Kimya belajar membedakan dengan jelas antara cinta biasa dengan cinta untuk Yang Satu. Rumi dan Syams lah yang mengantar Kimya pada perenungan demi perenungan dalam menemukan Kebenaran.

Judul Novel Terjemahan: Kimya – Sang Putri Rumi

Penerbit: Mizan
Terbit: April 2006
Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya