Buku/Novel OriginalNyari buku yang oke? Beli aja di OkeBuku

Download Novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye pdf

Download Novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye pdf

Sinopsis Novel:

Bidadari-Bidadari Surga bercerita tentang pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay agar adik-adiknya dapat melanjutkan pendidikan mereka, meski ia harus bekerja di terik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta dimalam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeda dengan dirinya.

Satu sisi Laisa digambarkan sebagai kakak yang galak dan tegas, mengejar-ngejar adiknya yang bolos sekolah dengan rotan dan ranting kayu. Di sisi lain, kontradiktif dengan fisiknya yang gempal, gendut, berkulit hitam, wajah yang tidak proporsional ditambah dengan rambut gimbal serta ukuran tubuhnya yang tidak normal, lebih pendek, Laisa sesungguhnya tipe kakak yang mendukung adik-adiknya, rela mengorbankan diri untuk keselamatan ‘dua anak nakal’ Ikanuri dan Wibisana dari siluman Gunung Kendeng, serta mati-matian mencari obat bagi kesembuhan adiknya Yashinta yang diserang demam panas hingga kejang pada suatu malam.

Selengkapnya:

Diceritakan tokoh Laisa adalah anak sulung yang tangguh dan tegar. Ia hidup bersama seorang Ibu dan 4 orang adiknya. Ayahnya tewas secara mengenaskan. Ia dicabik-cabik oleh binatang buas. Sebelum meninggal, ia telah berpesan kepada Laisa untuk menjaga adik-adiknya hingga ia pulang mencari kumbang digunung.

Sejak saat itu Laisa menyadari bahwa ia harus melindungi Ibu dan adik-adiknya. Saat Laisa duduk di bangku kelas empat SD, adiknya Dalimunte akan memasuki Sekolah Dasar dan dengan lapang dada karena keterbatasan penghasilan orang tua, Laisa rela tidak sekolah demi adiknya.

Ia beranggapan bahwa seorang perempuan tak sekolah pun tak apa. Itu keinginannya sendiri. Dalimunte adalah anak kedua, seorang anak yang rajin dan baik. Ia juga anak yang cerdas. Ia sering membuat mainan sendiri dan terkadang membuat mainan untuk adik-adiknya.

Hingga suatu saat ia berpikiran untuk membuat kincir angin untuk desanya. Awalnya masyarakat meragukan kincir angin karangan Dali yang masih kecil itu. Akan tetapi Laisa meyakinkan warga dan akhirnya dibuatlah kincir angin itu secara gotong royong dan jadilah kincir angin sebagaimana mestinya dan sebagaimana fungsinya.

Adik Laisa yang lainnya adalah Wibisana dan Ikanuri. Mereka tak serajin kakak-kakaknya. Mereka sering kena marah Laisa, kakakya. Itu karena mereka sering melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Akan tetapi mereka masih menyadari jerih payah kakak dan ibunya.

Berbeda dengan Yashinta, si anak bungsu. Dia anak yang cerdas dan rajin.

Tiba saatnya Yashinta masuk Sekolah Dasar akan tetapi keinginan itu sempat diurungkan sebab gagalnya percobaan kebun strawberry Laisa. Namun dengan bijaksana, Dali merelakan kesempatan sekolahnya untuk Yashinta. Ia lebih memilih membantu Ibu dan Kakaknya di kebun.

Dengan usaha dan do’a, kebun strawberry  yang mereka garap berhasil menghasilkan buah yang berkualitas dan siap dikirim dengan harga yang mahal. Kesuksesan tersebut membuat Dali bisa bersekolah lagi. Selain itu keadaan ekonomi di lembah tersebut semakin maju.

Seiring berjalannya waktu, adik-adik Laisa berhasil dalam karirnya dan tiba saatnya untuk menikah. Namun mereka enggan untuk mendahului Laisa. Hingga akhirnya Laisa meyakinkan adik-adiknya untuk menikah. Yashinta yang kini telah tumbuh dewasa telah mempunyai tambatan hati. Akan tetapi ia tetap tak mau mendahului kakaknya tersebut.

Sebenarnya Laisa mengidam penyakit kangker hingga suatu ketika telah mencapai stadium empat, ia terkapar tak berdaya di kamarnya. Penyakitnya itu ia rahasiakan dari adik-adiknya, hanya ibunya yang tau. Tetapi disaat itu, Ibunya menghubungi anak-anaknya agar pulang.

Mereka pulang dan tak kuasa melihat kakaknya lemah tak berdaya di tempat tidurnya. Yashinta juga datang bersama kekasihnya. Belum sempat menikah karena tak mau melangkahi kakaknya itu. Disisa hidupnya, Laisa meminta Yashinta menikah dengan kekasihnya di depan dirinya dan setelah selesai ucapan ijab qabulnya, Laisa menghembuskan nafas terakhirnya.

Judul: Bidadari-Bidadari Surga

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Tahun terbit: 2008

Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya