Buku/Novel OriginalNyari buku yang oke? Beli aja di OkeBuku

Cerita Pendek Akar Cinta Untuk Fifi

Akar Cinta Untuk Fifi

(Oleh M. Shokib)

 

Pada malam itu terlihat samar cahaya bulan. Bahkan tak satupun kerlip bintang menghiasi malam. Hanya sapaan angin yang bertiup menjadi teman sunyi di kala itu. Kafhi, pemuda berusia 22th yang keseharia hidupnya di dalam sebuah pondok kecil bersama kedua orang tua dan adik semata wayangnya. Dia setiap harinya suka menghabiskan waktu untuk berkebun – dengan luas kebunya yang kurang dari setengah lapangan sepak bola. Sembari menunggu panen, dia juga dia bekerja sebagai kuli bangunan. Dia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan jauh dari kata mampu. Namun dia tak pernah merasa malu dengan keadaanya yang serba pas-pasan. Yang dia tau hanya bekerja dan membantu kedua orang tuanya menyekolahkan adiknya. Adiknya masih duduk di bangku SMA kls XI.

Khafi mempunyai satu sahabat, namanya adalah Fifi. Fifi salah satu sahabatnya yang sudah di anggap seperti adik sendiri. Dia bekerja di sebuah toko dekat perkotaan dan tinggal di kos-kosan kecil di dalam gang yang agak sempit. Mungkin hanya bisa di lewati sebuah motor, itupun dengan didorong tanpa mesin menyala. Tak jarang Kafhi menyempatkan waktunya untuk bermain ke toko tampat Fifi bekerja. Pada saat itu waktu menunjukan pukul 16:00 Kafhi pun pulang dari tempat ia bekerja. Sesampainya di rumah terdengar telephone genggamnya berdering. Segeralah dia mengambil dengan sedikit penasaran siapa penelpon itu. Dan ternyata itu adalah Fifi sahabatnya. Nampaknya Fifi memang sudah hafal betul jam kerjanya Kafhi. Tak banyak berfikir diangkatlah panggilan dari fifi itu.

Kafhi: Hallo Fi ada apa?

Fifi : Nanti malam kamu ada acara nggak…?

Kafhi : Enggak kok mang kenapa..?

Fifi : Enggak papa kalo kamu gak sibuk nanti malam makan bareng yuk sambil jalan-jalan lama loh… kita gak jalan bareng,

Kafhi : Ohhh gitu….!! Mau makan dimana…..?

Fifi : Itu loooh tempat kita biasa makan warung nasi goreng (mereka memang sering makan tempat itu jadi wajar kalau kafhi sudah langsung respon)

Kafhi : Ok deh,.

Fifi : Yaudah sampai ketemu nanti ya… jam 8 harus udah sampai…

Kafhi : Siipp deh…

Kemudian ditutuplah telephone Fifi.

 

Tepat pada pukul 19:23 Kafhi bersiap dengan sebuah motor butut kesayanganya. Dia bergegas menuju tempat yang sudah mereka sepakati. Lamanya perjalanan Kafhi, Fifi pun agak cemas dan mengetik pesan. Belumlah sempat dikirimkan. Terdengar bisingnya knalpot motor Kafhi yang tiba di warung tersebut.

Fifi : Kamu kebiasaan deh… lama.

Kafhi : Hehehe maklum motor aku jalanya lama (sambil nyengir)

Fifi : Yaudah buruan sini, ini udah aku siapin nasi goreng kesukaan kamu..

Kafhi: Waahhh pasti enak tuh.. ehhh kamu gak makan..??

Fifi : Punya aku udah habis, nungguin kamu lama jadi keburu laper… jadi aku makan duluan hehe

Kafhi: Yaudah aku makan dulu ya..

Fifi : iyaa…

Sembari makan, mereka berbincang- bincang. Setelah sepiring nasi goreng sudah habis di lahapnya. Dan tak ingin menghabiskan sisa waktu malam itu hanya di sebuah warung itu saja. Mereka memang sering makan di warung itu. Toh jaraknya hanya berseberangan dari toko Fifi, Sehingga Fifi hanya jalan kaki dari kos tempat dia tinggal ke tokonya. Kemudian fifi pun mengajak Kafhi jalan-jalan keliling menikmati keindahan kota malam itu. Layaknya sepasang kekasih mereka berjalan dengan berboncengan. Di tengah perjalanan Kafhi pun melihat ada pameran/pasar malam

“Kita berhenti disini aja yuk” sapa kafhi.

Fifi: Iyaa..

Kafhi : Masuk yuk..

Fifi : Yuk..

Berjalanlah mereka masuk di kerumunan orang yang berada di pasar malam itu, Setelah dirasa cukup bermain dan lelah mulai terasa mereka pun keluar.

Waktu menunjukan pukul 22:45. Sudah saatnya untuk kami kembali kerumah, karena Fifi sebagai perempuan seusianya tidak pantas keluyuran tengah malam seperti itu. Kafhipun lekas mengantar fifi ke tempat kosnya. 15 menit kemudian, sampailah mereka ketempat kos tempat Fifi tinggal. Turunlah fifi dari si butut yang dinaikinya.

Fifi: Makasih ya Kaf.. nanti kapan- kapan lagi ya…

Kafhi : iya sama-sama, aku pulang dulu yaa..

Fifi : iya hati-hati ya..

Kafhi:,ok

 

Pulanglah Kafhi dengan memutar arah. Hampir setengah jam perjalanan. Akhirnya kafhi pun sampai di pondok mungilnya. Sesampainya di rumah diapun menuju tempat tidurnya, seakan ada hal aneh yang mengganggu pikiranya. Sempat dia berfikir dan bertanya dalam hati “Perasaan apa yang aku rasakan ini, aku merasa nyaman saat bersamanya. Tidak,tidak ini bukan perasaan yang baik”

Iya wajar hampir setiap pekan mereka menghabiskan waktu berdua.. Bercanda tawa susah senang bersama, perkenalan mereka juga sudah cukup lama hampir 4th mereka bersahabat.. Semakin hari perasaan Kafhi pun semakin tak menentu dirasanya perasaan itu sudah melebihi dari batas sahabat. Waktu memang bisa merubah segalanya apa yang kita rasa tidak akan terjadi itu menjadi mungkin. Dengan cerita yang sama di perjalanan waktu mereka masih sering berjalan bersama, menghabiskan waktu bersama. Namun, Kafhi masih menyimpan dan menutup perasaanya itu rapat-rapat. Dan fifi pun tidak menyadari dan tidak merasakan hal aneh sedikitpun dari sahabatnya itu. Sela 3 bulan berlalu saat itu fifi libur dari kerjanya dan pulang ke rumah tempat tinggalnya. Hitung-hitung kangen orang tuanya.. Kafhi pun sudah tau akan kepulangan fifi.. Setelah itu kafhi pun memantapkan hatinya dan memberanikan diri dengan pertanyaan dan jawaban yang sudah di rangkumnya beberapa minggu lalu.

Pada waktu itu tepat pada hari minggu pukul 10:23 siang, fifi yang duduk di kursi depan seakan biasa saja dengan kedatangan kafhi yang secara tiba-tiba itu, karena tak jarang juga dia nongol gitu aja.. Tapi yang membuat fifi bertanya biasanya sebelum dia kerumah fifi dia pasti telepon dulu,

Fifi: loh tumben..? Biasanya kalo mau kesini kamu ngasih tau aku..?

Kafhi: iya sengaja kok hehe (sambil senyum)

Fifi : ada perlu apa kaf..??

Kafhi : enggak papa fi, cuma mau ketemu bapak,, (yang dia maksut adalah bapaknya fifi)

Fifi pun heran karena gak biasanya dia seperti itu…!!! Dengan sangat heran fifi pun melontarkan pertanyaanya..

Fifi : ada perlu apa…?

Kafhi : nanti juga kamu akan tau..!!

Fifi:,kamu nih pake rahasia-rahasiaan segala, yaudah tunggu bentar lagi bapak pulang…

Kafhi: iya…

Tiba-tiba datanglah si ibu dari dalam rumahnya..

“Eeehhhh nak kafhi ayo masuk..”

Kafhi: iya bu…

Ibu : fiiii bikinin minum dong temen kamu…

Fifi : iya,bu…

Kafhi :,ehhh gak usah repot-repot bu… maksih..

Ibu:,ahhh kamu nih kaya orang baru aja..

Fifi: iya nih kaya baru kesini aja..

Kafhi hanya tersipu malu.. Setelah cukup lama menunggu akhirnya orang yang di tunggu-tunggunya itu pun datang…

“Bapaknya fifi”

Bapak : loh ada tamu..

Kafhi:, segera berdiri dan menjabat tangan si bapak..

Bapak : udah lama kaf…?

Kafhi: lumayan pak…

Fifi: iya tuh pak katanya ada yang mau dia bicarakan pada bapak… (Sahut fifi sambil membawa minuman untuk kafhi)

Kafhi: ehhhmm

Bapak : ohhhh mau bincang-bincang hasil kebun ya heheheh, (sambil becanda)

Melihat sambutan keluarga fifi yang hangat,kafhipun semakin percaya diri untuk menyampaikan perasaanya itu…!!!

Bapak: mau bicara apa nak…? Silakan

Kafhi: saya ma.. ma…

Ibu,: ayo dong biasanya kamu gak gitu, jangan grogi

Bapak :,iya benar kata ibu..

Dengan tarikan nafas kafhipun menjawab dengan tegas

Kafhi: saya ingin melamar anak bapak.. Mendengar suara kafhi seoalah seisi rumah hening sesaat itu… Fifi pun terkejut dan sempat tidak percaya bahwa orang selama ini dekat denganya sebagai seorang sahabat justru ingin memilikinya langsung dari izin orang tuanya.. Terlihat mata fifi berkaca-kaca, entah dia terharu,sedih atau bingung untuk menentukan jawaban… Terdengar bapak tersenyum..

Bapak: hehehe kamu yakin mau melamar anak bapak….?

Kafhi : benar pak maksut dan tujuan saya kemari ingin meminta anak bapak..

Fifi: kaf kamu bacanda…?

Kafhi: aku serius fi…(jawab kafhi kepada fifi)

Ibu: bukankah selama ini kalian hanya bersahabat…?

Kafhi: benar bu. Tapi barangsur-angsur saya merasa sudah menepatkan hati saya kepada anak bapak dan ibu..

Bapak: boleh saja tapi apa kamu sudah yakin bisa menafkahi anak bapak dan bertanggung jawab sepenuhnya,,

Kafhi: insya allah saya bisa pak..

Bapak: kalau boleh saya tau berapa penghasilan kamu selama sebulan..?

Kafhi: (mendengar pertanyaan si bapak ia pun tercengang lemas dengan pandangan kosong, seolah tak tefikirkan sebelumnya olehnya akan keluar pertanyaan seperti itu dari si bapak) Sahut bapak kembali”

Bapak: ya mudah-mudahan di atas orang sebelah yang juga ingin menikahi putri bapak…

Darrrr… seakan kafhipun semakin tersayat dengan pembicaraan si bapak, kafhi pun berfikir bahwa apa boleh buat di sela keputus asaanya dia semakin bertekat kuat untuk menjawab pertanyaan si bapak toh dia juga sudah terlanjur bicara. Kembali kafhi dengan nada agak pelan dan menunduk

Kafhi: memang berapa penghasilan orang itu pak…?

Bapak: 3jt. Kalau kamu bisa lebih dari itu yaa minimal 3,5jt atau 4jg lebih baik…

Kafhi pun semakin lemas dan tak bisa berbuat apa-apa dia hanya melontarkan jawaban seadanya..

Kafhi: duhh.. pak bagaimana saya bisa mendapat penghasilan sebanyak itu dengan pekerjaan serabutan saya yang demikian..

Ibu kembali menyahut

Ibu: kalau begitu maaf nak, harap di maklumi karena kami tidak ingin anak kami masa depanya seperti mereka yang tidak jelas setelah perkawinan, Seoalah kembali,keringat dingin bercucuran dan detak jantung yang semakin tidak terkontrol,

Kafhi: tapi pak buk, saya meminta anak bapak dan ibu karena panggilan hati, saya tulus buk dan demi allah saya akan berusaha membahagiakan anak bapak dan ibu dengan penghasilan saya yang tidak banyak ini,, Dan saya berjanji saya akan menikahi anak bapak dan ibu dengan kewajiban sesuai dengan norma pernikahan dalam agama, Bapak: dengan hanya janji seperti itu banyak yang sudah jadi korban omong kosong nak.. bahakan kami tau kamu hanya kamu pekerja keras, tapi apa boleh buat saya ragu akan hasil untuk kalian berumah tangga nanti..

kafhi: saya sadar akan hal itu pak.. tapi saya yakin bahwa tuhan selalu menciptakan ruang rejeki bagi hambanya selagi masih mau berusaha..

Bapak: apa jaminan kamu,untuk mempersunting anak kami…?

Kafhi: semua saya serahkan kepada allah pak Dialah yang akan mempertaggung jawabkan semuanya, saya hanya pelantara untuk membahagiakan anak bapak…

Mendengar niat yang ikhlas dari kafhi si bapak pun berfikir, Dan jawaban- jawaban yang tumbuh dari mulutnya jarang saya mendengar dari pemuda seusianya.. Dirasa cukup tes yang di berikan kepada kafhi… Bapak pun memanggil fifi, fifi yang dari tadi tak kuasa menahan air matanya keluar dari kamar dan terlihat kedua matanya bengkak habis menangis,

Fifi: iya pakk…

Bapak: apa kamu mau menerima kafhi menjadi suamimu… Kafhi pun heran dan bertanya.

Kafhi: maksut bapak,…? Bukanya saya….

Bapak: iya nak semua itu hanya omong kosong bapak saja hahahah.. (sambil tersenyum) bapak hanya iinginmendengar jawaban kamu dengan keseriusan niat kamu..

Ibu: benar apa yang di sampaikan bapak nak… kafhi: jadi bapak dan ibu merestui hubungan kami…?

Bapak: tunggu dulu bagaimana kami mau merestui sedangkan sebelumnya kalian tidak pernah berpacaran.. sedangkan orang yang kamu lanar belum membuat keputusan….

Tak pikir panjang kafhi pun menanyakan hal itu kepada fifi, bagaimana fi apa kamu bersedia menjadi istriku…?

fifi: (seakan tiada sepatah katapun dari fifi yang terucap dia hanya menganggukan kepala)

bapak : bagaiman kamu bersedia fi…?

fifi: iya pak..

kafhi : terimakasih pak,buk dan kamu fi.. maaf sebelumnya aku gak pernah blang tentang perasaan ini, karena aku tidak ingin hhubungankita terputus hanya karena pacaran, dan inilah caraku untuk membuat hubungan kita terus abadi selamanya, sampai akhir hayat kita.. Fifipun semakin terharu dan tak kuasa menahan airmatany.. Seisi fumah pun di selimuti oleh kebahagiaan kal itu.. dan setelah di rasa cukup puas dengan rasa bahagia kiki pun berpamitan dan segera ingin kembali menyampaikan itu kepada orang tuanya… Kafhi pun berdiri menjabatda mecium tangan bapak dan ibunya fifi, Dia pamit pulang..

Kafhi: pak,buk saya pulang dulu,

Ibu: iya hati-hati ya nak

Bapak : iya salam buat calon besan ya hahah..

Fifi: bapak bisa aja..

Kafhi: fi aku pamit pulang ya..

Fifi: iya kaf hati-hati..

Kemudian kafhi pun tancap gas dan pergi meninggalkan rumah fifi.. Setelah itu bapak,dan ibu membahas tentang itu

Bapak: ternyata masih ada ya buk anak muda yang sepefti itu

Ibu: iya pak rela memendam perasaan demi orang yang sangat berarti untuknya, dan demi rasa takut kehilangan dia justru meminta sendiri kepada kita ya pak…

Bapak: mungkin anak jaman sekarang di dasari dengan pacaran, tp anak kita hanya bermula dari sebuah persahabatan… yaa kita berdoa saja bu mudah-mudahan apa yang mereka cita-citakan akan berujung bahagia

Ibu: amin pak..

Dan fifi pun masih bertanya-tanya dengan tingkah kafhi yang dirasa agak sedikit gila atau justru membawa sejarah baru dalam hidupnya.. Ya setelah itulah mereka saling menjalin cinta setelah beberapa tahun bersama dalam ikatan persahabatan, Dan apapun yang kamu lakukan tidak akan sia sia ketika niat dan keyakinan,turut menyertai langkahmu.

 

 

Oleh:

M Shokib

 

Baca juga: Catatan pendek yang berjudul Jodoh Mati atau kirimkan artikel anda seperti artikel diatas kirim catatan pendek

Sebagai bahan pembelajaran sastra dengan memperbanyak bacaan, kami berikan fasilitas download ebook gratis untuk semuanya. klik download

Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya