>> Komunitas PecanduKata <<Bergabunglah bersama komunitas, saling berbagi quote, dan ikutilah berbagai lomba kepenulisan

Kamu yang disana – Cerita Mini Tentang Cinta

Apa kabar kamu yang disana?

Masih ingatkah kamu bahwa pagi ini pernah menjadi milik kita.

Pagi yang selalu hadir kala sepasang mata ini terbuka.

Pagi yang selalu menyapa saat kamu berkata “aku juga rindu, sayang”.

Dan pagi ini, aku menatap indahnya sendirian, berdiam dan merasakan hangat sinarnya mentari.

 

Dulu, biasanya ada kamu yang menemaniku, biasanya ada kamu yang ku jemput untuk jalan pagi bersama. Sekedar untuk menikmati udara sejuk berdua, dan bercerita tentang mimpi semalam.

Dan biasanya juga ada kamu yang membuatku semangat bangun pagi, hanya untuk menyapamu “selamat pagi, sayang”.

 

Iya, selekat itu ingatanku tentang dirimu, tentang kepergianmu yang masih belum bisa kuterima kenyataannya.

Aku masih belum bisa membiasakan hidup tanpa dirimu, menjalani hari yang seharusnya ada kamu disiku.

 

Tapi, ini semua bukan salahku. Bukan karena diriku yang terlalu lemah, hingga kata ikhlas tak pernah terucap. Tapi ini semua karena kamu terlalu berharga, dan kisah kita terlalu sulit untuk menjadi kenangan.

 

Seharusnya, dulu sebelum kamu pergi meninggalkan. Ajari aku dahulu, bagaimana cara agar bisa mengikhlaskan. Bagaimana cara agar aku bisa menjadikanmu kenangan, bukan hanya sebagai impian.

 

Kenyataanya, dulu kamu selalu mengajariku bagaimana menabur cinta. Bagaimana mencintai yang bahkan tak perlu mengucapkan kata suka.

 

* * *

 

Kini, aku coba mengulangi kebiasaan-kebiasaan yang dulu kita lakukan. Kebiasaan yang mampu membuatku tersenyum sejenak dan menangis kemudian.

Aku langkahkan kakiku pelan, sambil merasakan telapak tanganku yang dulu pernah kamu genggam.

Aku berhenti sejenak. Kupejamkan mata. Merasakan hadirmu yang kian lama kian pudar.

 

Kamu tahu? Sampai saat ini, aku masih belum bisa melupakan.

Jadi, bisakah kamu datang kepadaku sejenak? Mungkin lewat mimpi nanti malam atau lamunan nanti siang.

 

Aku ingin kamu mengajariku untuk membiasakan hidup tanpa dirimu. Menyadarkanku bagaimana cara agar aku bisa menerima akhir dari kisah kita.

 

Atau.. Kamu juga bisa membawa cinta dan rindu ini bersamamu. Agar mereka menemanimu disana. Agar kamu tak kesepian seperti diriku. Agar jika kamu rindu, kamu bisa memeluk cinta yang sudah lama ingin menumpahkan segala kerinduannya.

 

Tolong nanti malam datanglah! Beritahu aku banyak hal. Dan Dengarkanlah juga, aku ingin bercerita tentang kehidupanku saat ini, yang semua intinya adalah aku sangat merindukanmu.

 

(Kamu yang disanaPecanduKata)

Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya