>> Survey Berhadiah <<Download & Install Disini

Keberanian mengungkapkan cinta, bukanlah ukuran besarnya rasa

Keberanian mengungkapkan cinta, bukanlah ukuran besarnya rasa

 

Ada cinta yang tak bisa dikatakan dengan kata-kata, saling bicara, atau dengan menggenggam tangan, melainkan hanya bisa dikatakan lewat sorot mata, dari tatapan pemilik cinta yang dipenuhi rasa sayang.

Bagi sebagian orang, ungkapan cinta yang paling sempurna adalah dengan bertemu secara langsung, lalu menyampaikan segala rasa. Karena dengan begitu, tandanya orang tersebut pemberani, terkesan begitu sungguh-sungguh, serius dan benar-benar mencintai. Padahal sebenarnya itu tak lebih dari sebuah cara, bagaimana mengungkapkan rasa dalam hati.

Bagi sebagian orang lainnya, mengungkapkan cinta yang paling pengecut adalah dengan mengatakan tidak secara langsung, misalnya lewat pesan singkat, surat atau bahkan hal lainnya tanpa bertemu secara langsung. Karena dengan mengungkapkan seperti itu, terkesan orang tersebut bukan pemberani, pengecut karena takut tidak diterima, atau bahkan tidak sungguh-sungguh dan tidak benar-benar mencintai. Padahal sekali lagi, itu hanyalah cara berbeda oleh sebagian orang tentang bagaimana mengungkapkan rasa dalam hati.

Lalu ada pula sebagian orang yang mencintai, tapi tak pernah ia ungkapkan perasaannya, tidak dengan kata-kata, pesan singkat, surat, apalagi dengan bicara secara langsung didepannya. Mereka lebih memilih diam, menyimpan rasa cinta yang sudah lama tumbuh dihatinya. Ia hanya ingin mengubur rasa cintanya tanpa pernah menghidupkannya menjadi roh kebahagiaan.

Sebenarnya tak pantas, jika kita jadikan semua itu sebagai ukuran untuk seberapa dalam perasaanya, seberapa besar cintanya, juga seberapa serius untuk hidup bersama. Melainkan itu adalah cara orang tersebut hidup dengan anugrah yang Tuhan berikan, yaitu rasa cinta. Cara orang tersebut belajar memahami situasi dan kondisi terhadap cinta yang ia miliki, terhadap seseorang yang ia cintai. Maka dari itu, ada orang yang pandai bicara, tapi memilih mengungkapkan cinta lewat pesan kepada yang tercinta. Ada pula orang, yang setiap harinya menulis puisi tentang cinta dengan begitu fasihnya, tetapi hanya bisa diam ketika yang ia cintai lewat dihadapannya.

Mungkin pernah sebagian dari kita yang mengalami hal tersebut, atau mempunyai cinta, tapi tak pernah ingin mengungkapkannya. Banyak sekali alasan yang membuat diam, dan hanya menjadi penikmat senyumnya yang sudah membuat hati merasa tenang.

Atau kita termasuk salah satu orang yang tak mampu mengungkapkan cinta, meskipun melalui tulisan tangan sebagai ungkapan hati sekalipun. Juga tak ingin mengubur perasaan, melainkan ingin rasa tersebut terus bersemi dan tetap berisi harapan untuk bersama suatu saat nanti.

Dalam kenyataanya, cinta itu selalu hadir, bersama bergeraknya jarum jam yang berputar. Cinta itu selalu tumbuh melalui bayang-bayang dirinya yang seakan menyapamu setiap saat. Cinta itu selalu melahirkan kebahagiaan, karena seakan ia tersenyum kepadamu dan menjanjikan masa depan bersama.

Cinta itupun bersemi, bukan dari pot-pot kehidupan tempat tumbuhnya tawa. Bukan dari air sebagai sumber kehidupan, tetapi dari sorotan mata yang penuh cahaya kasih sayang, namun tersimpan jauh dikelopak kerahasiaan.

Tak banyak orang yang tahu, bahwa itu adalah cinta yang tulus, dari seorang manusia yang tak tahu bagaimana menyampaikannya. Dan tak sedikit orang yang mengira, manusia itu adalah seorang pengecut yang hanya bisa mencintai dalam diam.

 

 

 

Oleh: PecanduKata

 

Silahkan beri komentar dibawah ini, atau share dimedia sosial kesayangan anda.

Atau silahkan kirim artikel karya anda ke “kirim artikel“, seperti artikel di atas.

Seberapa suka anda dengan artikel ini?
Sending
User Review
0 (0 votes)
Silahkan like & bagikan ke media sosial kesayangan anda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Beritahu saya